Tawa dan Kopi
akhirnya saya menemukan yang saya rindukan dari kemaren2, tertawa! ini jelas bukan tentang PSAK, bukan juga tentang LBU, tidak mungkin pula soal CKPN-CKPN, tidak ada berkas2 berantakan, apalagi aneka macam laporan.
diantara Toraja Coffee, Moccachino, Cappucino tawa kami bersahut-sahutan, sambung menyambung, lepas terbawa angin. terbawa hingga meja seberang…
saya menemukan bentuk tawa lagi, disini bersama 5 orang di satu meja ini… ah, memang benar firasat saya. kopi memang pasangan jiwa dari aneka bentuk tawa*). makanya kenapa saya selalu mencari kopi saat stress-sedih-sepi, karena saya tau ada bahagia diantara biji kopi.
ps:
*) ini sih teori saya sendiri :p
saya sangat jarang minum kopi di jam kerja atau pada saat sendirian. biasanya saya minum kopi saat nongkrong bersama sahabat2 saya. teorinya jadi gini : kopi + nongkrong sama sahabat = tertawa gila diartikan bahagia :p sehingga kala saya merindukan kopi, sesungguhnya saya sedang merindukan sahabat2 saya…

Awww! Minum kopi itu harus!
Di saat apapun, kapanpun, ada siapa saja di sebelah saya, minum kopi itu harus!
hehehe iya Sop… percaya deh, kamu emang pecinta kopi banggets
ada aku disana
diantara tawa kopi dan bahagiamu
ada kamu disana
diantara tawa kopi dan bahagiaku
kita berdua
selamanya
aku suka kamu des ;p wkwkwkwwk
eh kita gag berdua kaleeee
kan aku tulis “disini bersama 5 orang di satu meja ini…”, trus kalo kita berdua, yang 3 orang kemana? :p
” karena saya tau ada bahagia diantara biji kopi.” gitu ya? hhmmm
eh ini mah teori saya sendiri bang Ali :p hehehhehe
*salam kenal