Halan-halan ke Lombok ;)
Akhirnyaaaaaaaa sodara2 sebangsa dan setanah air, saya apdeit blog lagi hihihihi
maklumlah bulan2 seperti sekarang ini kesibukan di kantor mulai meninggi sampai puncaknya akhir tahun nanti. Tapi dengan segenap tenaga, jerih payah disertai dengan keringat yang bercucuran (*halah!) akhirnya saya berhasil membuat tulisan ini. Yippie! (*joget-joget)
Lombok! Ya, tulisan kali adalah sedikit cerita perjalanan saya ke Lombok saat long wiken tanggal 22-24 April 2011 lalu. Karena ini menjadi perjalanan pertama saya ke Lombok, jadi saya sangat2 antusias dan bener2 gag sabar pengen cepet2 hari H :p
Dan inilah catatan perjalanan kali ini :
(pssst… tapi rada berantakan, maap ya :p )
22/03/2011
Hari pertama, langsung menuju :
- Tanjung Aan, Lombok Tengah
disini pantainya berpasir putih dan saat saya berkunjung kesana pasirnya bersih, tidak ada kotoran sampah2… di Tanjung Aan ini ada sebuah bukit kecil yang kalo kita naik ke atas bukit, kita bisa melihat pantai disekitar Tanjung Aan ini dari atas. eggghhh, tempat yang sangat romantis untuk “teriakkan cinta”
- Kuta, Lombok Tengah
Pantai ini sejalur dengan Tanjung Aan. Sama dengan Tanjung Aan, disini pasirnya juga putih… salah satu sudut yang sempat terekam kamera saya, “sebuah konferensi kecil” :
- Mawun, Lombok Tengah
Mawun adalah sebuah pijakan yang dibangun di bukti dekat pantai tanjung aan – kuta – dan pantai2 lainnya disekitar daerah itu. Dari mawun ini kita bisa melihat tanjung aan, kuta dari atas bukit.
- Sate Rembiga (baca: rembige)! Adalah sate daging yang dibakar yang sebelumnya telah diolesi dengan bumbu pedas, dan disajikan dengan lontong. Sate ini tidak menggunakan bumbu kacang seperti sate2 di Jawa pada umumnya. Disebut sate rembiga karena dijual di daerah Rembiga. Oh ya, tak kalah penting! Sate ini juga akan lebih lengkap disajikan dengan plecing kangkung. Plecing kangkung disini berarti rebusan kangkung, kacang panjang (hmm apalagi yah sayurannya, saya lupa) trus diatasnya disiram sambal. Jadiiiiii, sate rembiga bercitarasa pedas, ditambah plecing kangkung disiram sambal, jadilah menu makan malam yang super duper pedas… sungguh sangat tidak cocok buat anda yang tidak suka a.k.a tidak kuat pedas. Harganya untuk 30 tusuk sate, sebesar 30 ribu rupiah saja…
. Sate ini menjadi kuliner yang paling berkesan buat saya diantara kuliner2 lain selama perjalanan saya ke Lombok ini. Karena keasikan makan dan dibuai pedas itulah, akhirnya dengan sangat menyesal saya tidak sempat mengambil gambar penampakan sate rembiga ini.
23/03/2011
Hari kedua, setelah sarapan pagi di hotel, tepat jam 09.00 tanpa babibuba lagi langsung menuju lokasi :
- Photo Spot, Malimbu
Hotel saya berada di daerah Senggigi. Dalam perjalanan dari hotel menuju Gili, saya melewati daerah ini. Namanya Malimbu! Dari sini kita bisa melihat Gili dari kejauhan… dan yang sempat saya abadikan disini terlihat “2 dari 3″ Gili yang ada :
- 3 Gili : Gili Trawangan – Gili Meno – Gili Air
Dan inilah puncak dari perjalanan kali ini. Menyusuri 3 Gili. Dari pelabuhan (yang saya lupa nama pelabuhannya hehhe maap ya…) kita harus membeli tiket untuk menyeberang ke Gili. Ada beberapa paket, terdiri paket public ato private. Paket public, satu kapal diisi kurang lebih 20 orang. Untuk private artinya anda menyewa kapal untuk pribadi, harganya tergantung nego dengan pemilik kapal. Untuk 3 Gili disaat high season seperti ini, kisaran 600 ribu rupiah sepuasnya dalam arti tidak dibatasi waktu.
dan “menerawang Gili Trawangan” pun dimulai,
di Gili Trawangan, ada penangkaran kura-kura juga loh. Ketika saya datang kesana, mereka “say: Hi!”
Gili ke-2, Gili Meno… Di Gili Meno ini ada sebuah bird park kecil dan taukah anda bahwa di tengah2 pulau Gili Meno ini ada danau! ya, danau kecil. ketika saya tanyakan apa nama danaunya kepada guide saya, mereka juga tidak tau. akhirnya setelah kami diskusikan bersama (tanpa) melalui sidang pleno, sepakat kami memberinya nama “danau Meno”… hihihi… di Meno ini, suasananya jauuuuh lebih sepi dibandingkan di Trawangan. di pinggir2 pantai ada deretan gubuk yang bisa disinggahi, mereka berderet2 bak berkata selamat datang! di gubuk2 itu juga kita bisa memesan makanan dan disediakan bantal, aah andaikan tidak dibangunkan oleh teman perjalanan saya, mungkin saya sudah tidur pulas di “gubuk kedamaian itu” :
Gili Air! kalo saya bilang Gili Meno jauuuuh lebih sepi dibandingkan Trawangan, saya bilang Gili Air jauuuuuuuh lebih sepi dibandingkan di Meno… nah loh! tapi sumpah, disini baguuuuus banget pemandangannya. saran saya kalo ingin pergi ke Lombok, khususnya ke Gili, jangan hanya berhenti sampai di Trawangan ajah. teruslah ke Meno dan Air…. semakin indah, indaaaah dan semakin tidak ingin pulang “biar kapal menunggu”
- Hutan Pusuk
Di hutan ini banyak sekali monyet2 hutan yang jinak. Pengunjung bisa memberi makanan kepada monyet2 secara langsung. eits tapi sejinak-jinaknya monyet, toh mereka tetep punya cakar juga. ya saya inilah salah seorang korbannya! hiks!
seekor monyet genddduuut mencakar saya ketika saya ingin mengambilkan makanannya yang jatuh. eeh bukannya berterima kasih, saya malah dicakar sambil nyengir nunjukkin giginya. mungkin si monyet mengira saya merebut makanannya, padahal kan saya berniat baik…
- Art Gallery alias pasar seni, di daerah Sayang-sayang
Di pasar seni ini dijual aneka kerajinan tangan, mulai dari kalung, gelang, asbak, hiasan meja, pajangan, dll. Karena ini pasar, maka kita boleh menawar
- Ayam Taliwang
Ayam Taliwang adalah salah satu makanan khas Lombok. Sungguh rasanya tidak lengkap ke Lombok tidak mencicipi ayam taliwang. Ayam taliwang ini diolah menjadi berbagai macam jenis masakan, diantaranya bisa digoreng atau dibakar.
- Pusat oleh-oleh makanan, Ampenan
Di pusat oleh2 ini, dijual beberapa makanan ringan khas lombok. Beberapa yang menjadi favorit saya adalah dodol rumput laut dan bangkit. Dodol rumput laut ini berwarna-warni dan rasanya manis. Bangkit, kalo di jawa namanya bagiak. Bangkit ini juga beraneka rasa, ada yang rasa coklat, durian, dll.
24/03/2011
hari terakhir, saya gag kemana-mana… cuma hunting di taman2 yang ada di dalam hotel. berkemas. lalu cabut dah!
see u, Lombok…
this post special to Mom&Dad, Miss Ra Youlee, Mr. Kamto
#bighug







Wow! Great photos!
Pastinya, kalo ke Lombok makan ayam taliwang ya.
iya, harus itu… sama plecing kankungnya juga… :p
Des.. pertanyaanku adalah, emang kamu bisa nawar ya? hahahahahaha
loooooh meremehkan!!!
ya jelaslah! jelas aku gag bisa… daisy getoloh… hixixixixi
yang nawar temen seperjalanan saya…. teteuuup… yuuuuk….